"Saya berharap Romi sama Djan sudahlah, duduk bersama saja," kata Tamliha di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2015).
Jika keduanya tidak mau mengalah, Tamliha menyarankan PPP mengadakan muktamar luar biasa. Menurutnya, hal itu tidak akan mengganggu persiapan Pilkada.
"Muktamar luar biasa kan tidak mengganggu pilkada. Apa urusannya dengan pilkada? Pilkada sudah dekat kok! Muktamar luar biasa itu kan sudah punya aturan, harus disetujui 3/4 dari jumlah peserta," ungkap anggota Komisi I DPR ini.
Dia pun meyakini pecahan PPP tidak akan menjadi partai baru. Tamliha mempersilakan kader yang tidak puas untuk bergabung di partai lain.
"Saya berharap tidak ada partai baru yang muncul. Kalau mau gabung silakan saja ke Partai Idaman, jangan dibikin-bikin baru. Tidak perlu ada PPP Perjuangan. Muktamar luar biasa itu jalan baik," ucap Tamliha.
(imk/tor)
http://news.detik.com/berita/3063342/politikus-ppp-minta-muktamar-luar-biasa-untuk-selesaikan-konflik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar